Banyak orang yang tidak
tertarik dengan pembelajaran sejarah. Pelajaran sejarah yang diberikan di
jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah
Atas (SMA), dirasa kurang bisa menimbulkan semangat belajar. Hal ini bukan
salah siswa saja, mengapa mereka merasa bosan dan jenuh, namun sebenarnya
banyak faktor yang mempengaruhi alasan mereka tidak tertarik belajar sejarah dan
terkesan kurang menimbulkan”greget”.
Faktor-faktor dominan timbulnya kebosanan belajar sejarah adalah bukan hanya
pada tataran materi ajar saja, namun juga terletak pada cara penyajiannya.
Metode yang cenderung monoton dan konvensional selalu saja menghiasi
pembelajaran di kelas dan juga bahan ajar yang kurang terkemas dengan manis
menjadi penyebab semua itu. Disamping faktor-faktor eksternal lainnya antara
lain lingkungan yang selama ini kurang apresiatif terhadap sejarah .
Islam sangat menghargai
sejarah. Bahkan ayat-ayat Al-Qur’an yang merupakan kitab suci kaum muslim yang
berisi kumpulan introduksi fundamental doktrin agama bagi umatnya, disamping berisi
tentang kisah-kisah faktual. Sudah
selayaknya isi kandungan Al-Qur’an dipelajari, dipahami dan selanjutnya
diaplikasikan oleh siswa dan kaum muslim dalam kehidupan sehari-hari.sehingga
ruh dari sejarah benar-benar membumi dan menjadi spirit untuk selalu
berlomba-lomba dalam kebaikan. Sejarah menurut Roeslan Abdulgani adalah salah satu cabang ilmu
pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan
perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta
kejadian-kejadian. Dalam hal ini segala sepak terjang dan hasil budayanya bisa dijadikan
“ibrah” (pelajaran) yang bisa
membangun karakter siswa. Belajar sejarah berarti juga melatih siswa untuk
berfikir kritis dan mampu mengkaji setiap perubahan di lingkungan serta
memiliki kesadaran akan perubahan dan nilai-nilai yang terkandung dalam
peristiwa tersebut. Belajar sejarah juga mampu merubah mindset siswa dari
ketidaktahuan dan kesimpanngsiuran berita yang ada di masyarakat luas.
Belajar
sejarah dengan cara penggunaan timeline?
Mungkin masih jarang yang mau melakukannya, karena dirasa tidak berguna dan
sia-sia saja belaka. Namun, cara ini sebenarnya dapat membantu siswa dalam aspek
kognitif. Materi yang dibaca dan dipelajari akan selalu ‘inhern” melekat di benak pembacanya. Timeline atau lebih dikenal kronologis akan memudahkan siswa dalam
belajar sejarah. Istilah kronologis tidak asing lagi bagi siswa-siswi masa
kini. Apa pasal? Sebab sebagian besar siswa
mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan
Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki jejaring sosial, semisal facebook. Di facebook ada lapak kronologis akan
ditampilkan urutan kejadian atau
peristiwa lengkap dengan yang data hari tanggal bahkan hitungan menit
sekalipun. Materi sejarah yang cocok menggunakan timeline antara lain Materi Sejarah Nabi Muhammad SAW ( materi
Kelas VII SMP Semester1 ), Memahami Sejarah Nabi ( Materi Kelas VIII Semester
II). Langkah-langkah dilakukan cukup sederhana. Siswa diberi tugas membaca
materi sejarah. Selanjutnya setelah dibaca 1 sampai duka kali dan siswa merasa
memahami, selanjutnya murid disuruh untuk membuattabel atau kolom. Kolom
pertama ditulis urutan no, kolom kedua
taggal tahun peristiwa dan kolom ketiga kejadian. Langkah terakhir, siswa
disuruh mengisi kolom atau tabel sesuai dengan kejadian atau peristiwa. Agar
siswa merasa produknya dihargai, siswa disuruh mempresentasikan hasil timelinya
di depan kelas. sederhana bukan?
ini antara lainTentu saja tidak semua materi
sejarah tepat dengan cara ini, sebab belajar sejarah ada yang menonjolkan aspek
afektif dan psikomotor, yang tentunya menggunakan dengan metode dan strategi
yang berbeda.


1 komentar:
siiip
Posting Komentar