Perjalanan
satu semester begitu cepat. Tidak terasa Ulangan Akhir Semester I ( UAS ) Tahun
2012/2013 sudah di depan mata. Semua murid tentunya ingin memperoleh nilai yang
baik dan optimal bukan? Eit... tunggu dulu, sebagai seorang guru dan penulis (
baru berlatih nich ), tentu memiliki pengalaman tersendiri untuk di share. Mau tahu ? inilah pengalaman
pribadi yang terangkum dalam tulisan berikut ini. Penulis bukan termasuk
kategori orang yang cerdas ataupun pandai. Hanya seseorang yang biasa-biasa
saja. Karena , ia juga dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja. Namun,
keinginan untuk merubah nasib dan kondisi keluarganyalah yang memotivasinya
untuk berubah dan berubah ke arah yang lebih baik. Kira-kira begitulah,
motivasi dari dalam diri untuk berubah menjadi satu kebulatan tekad untuk terus
maju menimba ilmu. Itulah yang mengantarkannya bisa menyelesaikan sekolah dan kuliah
tanpa adanya kendala yang berarti. Namun, bukan berarti tidak ada rintangan dan
halangan lho. Tentunya tetap ada bentuk-bentuk rintangan dan halangan
tergantung cara menyikapinya saja. Bicara tentang tips belajar yang baik, jadi
teringat salah satu guru Bahasa
Inggrisku sewaktu SMP dulu. Namanya Bapak Ilham Widodo. Beliaulah yang
menjadi guru idolaku saat itu. Kata-katanya selalu saja menyulut semangat untuk
terus belajar dan belajar terus. Seperti iklan bola lampu Philip saja yach... terang terus... terus terang...
Kata-kata yang keluar darinya masih terekam indah di hati ini. Tentu saja
tentang tips atau kiat belajar yang baik. Sebagian dari petuahnya saya pakai
sampai sekarang dan saya share kan ke
murid-muridku, tempat untuk berbagi. Semoga murid-muridku masih mau membaca dan
meniru sebagian ilmu ini, agar lebih bermakna. Sebab ilmu tanpa dilakukan akan
hilang. Sebagai orang Jawa tulen, penulis ambil cuplikan lagu Macapat ( Pucung
) berikut ini. Yach... kebetulan penulis adalah seorang guru yang senang
bernyanyi. Nggak ada salahnya menyanyi sambil berdakwah kan...?
Ilmu iku kelakune kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Intinya, di
dalam mempelajari suatu ilmu, langkah berikutnya adalah diamalkan dan
dipraktekkan. Dengan demikian ilmu yang kita pelajari akan inhern atau melekat dalam diri kita, dan selanjutnya akan menjadi
suatu kebiasaan. Tentunya kebiasaan yang positif. Dengan ilmu yang ada pada
kita, menjadikan kita kuat dan tegar dalam menghadapi tantangan hidup. Tidak
mudah putus asa dan selalu positive
thinking /berprasangka baik atas kejadian apapun. Agar belajar tepat
sasaran rumusnya adalah : 1) Niat belajar, tanamkan untuk mempelajari ilmu
dengan sungguh-sungguh karena mencari ridlo Allah SWT. Sebab orang-orang yang
beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah hingga beberapa
derajat. 2) Belajar dengan senang hati, suasana belajar hendaknya mendukung
proses belajar. Hati yang senang akan membantu proses penyerapan ilmu ke dalam
otak. Bahkan nikmatnya belajar akan terasa
manis sekali ketika dapat memahami dan mengerjakan soal-soal yang ada. Inilah
yang dinamakan dengan kepuasan batin dari proses belajar yang dilakukannya. 3)
Belajar dari hal-hal yang sederhana ke yang sulit. Penuh kesabaran dan
ketelitian serta keuletan untuk dapat memahami pelajaran. Jangan pernah ada
kamus sulit dan cepat menyerah untuk memahami berbagai hal. 4) Belajar rutin.
Walau sedikit tapi terus menerus dan ajeg ( istiqomah),
akan lebih enak dan cepat dipahami. Istilahnya sedikit demi sedikit lama-lama
menjadi bukit. Jangan suka menunda-nunda pekerjaan. Kata bijak yang perlu
diingat adalah : “ Never put off untull
tomorrow what you can do today “. 5) Buat catatan-catatan kecil yang rapi dan
mudah diingat. Misalnya dengan menggaris bawahi tulisan yang penting dengan
warna merah. Atau membuat materi pokok ataupun membuat rangkuman. Hal ini akan
membantu dalam balajar dan mengingat-ingat materi pelajaran. 6) Belajar di
tempat yang sehat, maksudnya ventilasi yang cukup, sinar yang terang serta
ruangan belajar yang bersih dan teratur. Cara belajar yang baik antara lain :
Tidak belajar dengan tiduran, belajar di bus/ kendaraan dan belajar di tempat
yang gelap. Sebab hal ini demi untuk menjaga kesehatan mata. 7) Bergaullah
dengan teman yang pandai serta memiliki motivasi tinggi, sehingga menginspirasi
untuk berbuat baik dan maju. Ada baiknya melakukan dengan belajar kelompok agar
dapat saling mengisi dan berbagi. Jangan lupa yach... sehebat dan sepandai
apapun seseorang, jangan pernah melupakan Yang Disana Allah SWT, Dzat Yang Maha
Pandai dan Maha segalanya. Berdoa dan berdoa itu sangat penting. Sebab tanpa
Ridha-Nya, mustahil manusia mampu menerima ilmu dari bapak ibu guru ataupun
dari sumber lain untuk dapat menyerapnya. Semoga bermanfaat...


0 komentar:
Posting Komentar