Jumat, 04 Juli 2014

DESEMBER CERIA DI BUMI BANDUNGAN

Siang itu terasa begitu berat. Tumpukan tugas-tugas yang begitu banyak membuat badan terasa letih dan loyo selama 2 minggu yang lalu. Yach... maklumlah jarak tempuh rumahku yang harus kulalai ke tempat tugas memang agak jauh untuk ukuran wanita sepertiku, walaupun hanya 17 KM.  Namun tetap kulewati hari-hariku dengan penuh suka cita. Aku tetap merasa menjadi orang yang dikasihi Gusti Allah sesembahanku. Di usiaku sekarang ini aku sudah merasa mendapat nikmat yang luar biasa besar dari-Nya. Hampir semua yang kuimpikan dikabulkan oleh-Nya. Apakah ini bukan suatu kenikmatan yang wajib disyukuri? Teringat aku akan salah satu kalam Illahi di dalam Al-Qura’an Surat Ibrahim ayat 7 berikut ini:

7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Aku berusaha menjadi hamba-Nya yang mensyukuri akan semua nikmat-Nya. Mensyukuri nikmat-Nya dengan caraku sendiri tentunya yang tidak bertentangan dengan aturan dari-Nya. Sebisa mungkin. Bukankah iman berjalan bertambah dan berkurang seiring dengan kondisi dan situasi yang melingkupinya? Kupacu sepedaku ke tempat pelatihanku di bumi Bandungan di siang itu. Derasnya air hujan menambah dinginnya suasana kala itu. Rasanya ingin kuurungkan saja agenda hari itu yang akan berjalan selama 4 hari. Namun, bayangan-bayangan akan bertemu banyak teman-teman yang senasib seperjuangan serta indahnya mencari ilmu menjadi motivasi tersendiri. Yach ... dijalani saja dengan senang hati. Bukankan janji Allah haq adanya? Allah akan mengangkat derajat oang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Sungguh! Aku ingin menjadi hamba-Nya yang dicintai-Nya. Aku ingin selalu dalam rengkuhan-Nya. Dekat... dekat dan dekat dengan-Nya, terasa indah dan menentramkan jiwa. Dingin dan sejuknya bumi Bandungan kembali menyeruak di hati ini. Pagi itu, kutelusuri bumi Bandungan  dengan melihat dan menikmati berbagai tumbuhan serta bunga-bunggan yang yang berjajar rapi sepanjang jalan Bandungan- Sumowono. Warna-warni bunga, daun dan batang menambahnya indahnya suasana bumi Bandungan. Merah, kuning, hijau, pink alangkah indahnya ciptaan-ciptaan-Nya. Subhanallah... bumiku serasa surga... tidak salah kalau orang asing memaknai Indonesia sebagai gugusan surga. Hari ini, aku akan merampungan pelatihanku. Entahlah... terasa lama sekali menanti sore tiba. Pulang dan kembali ke keluargaku tercinta. Ocehan buah hatiku yang manja dan butuh perhatian dariku kembali menari-nari di pelupuk mata. Sabar nak... ibu akan segera kembali dan berkumpul seperti hari-hari yang lalu. Baitii jannatiii... rumahku adalah surgaku... tempatku mengukir sejarah hari ini, esok dan masa-masa yang akan datang.



0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Umi Basiroh. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Followers

 
Template designed by Liza Burhan