Siang itu
terasa begitu berat. Tumpukan tugas-tugas yang begitu banyak membuat badan
terasa letih dan loyo selama 2 minggu yang lalu. Yach... maklumlah jarak tempuh
rumahku yang harus kulalai ke tempat tugas memang agak jauh untuk ukuran wanita
sepertiku, walaupun hanya 17 KM. Namun
tetap kulewati hari-hariku dengan penuh suka cita. Aku tetap merasa menjadi
orang yang dikasihi Gusti Allah sesembahanku. Di usiaku sekarang ini aku sudah
merasa mendapat nikmat yang luar biasa besar dari-Nya. Hampir semua yang
kuimpikan dikabulkan oleh-Nya. Apakah ini bukan suatu kenikmatan yang wajib
disyukuri? Teringat aku akan salah satu kalam Illahi di dalam Al-Qura’an Surat
Ibrahim ayat 7 berikut ini:
7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih".
Aku berusaha
menjadi hamba-Nya yang mensyukuri akan semua nikmat-Nya. Mensyukuri nikmat-Nya
dengan caraku sendiri tentunya yang tidak bertentangan dengan aturan dari-Nya.
Sebisa mungkin. Bukankah iman berjalan bertambah dan berkurang seiring dengan
kondisi dan situasi yang melingkupinya? Kupacu sepedaku ke tempat pelatihanku
di bumi Bandungan di siang itu. Derasnya air hujan menambah dinginnya suasana
kala itu. Rasanya ingin kuurungkan saja agenda hari itu yang akan berjalan
selama 4 hari. Namun, bayangan-bayangan akan bertemu banyak teman-teman yang
senasib seperjuangan serta indahnya mencari ilmu menjadi motivasi tersendiri.
Yach ... dijalani saja dengan senang hati. Bukankan janji Allah haq adanya? Allah
akan mengangkat derajat oang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.
Sungguh! Aku ingin menjadi hamba-Nya yang dicintai-Nya. Aku ingin selalu dalam
rengkuhan-Nya. Dekat... dekat dan dekat dengan-Nya, terasa indah dan
menentramkan jiwa. Dingin dan sejuknya bumi Bandungan kembali menyeruak di hati
ini. Pagi itu, kutelusuri bumi Bandungan
dengan melihat dan menikmati berbagai tumbuhan serta bunga-bunggan yang
yang berjajar rapi sepanjang jalan Bandungan- Sumowono. Warna-warni bunga, daun
dan batang menambahnya indahnya suasana bumi Bandungan. Merah, kuning, hijau,
pink alangkah indahnya ciptaan-ciptaan-Nya. Subhanallah... bumiku serasa
surga... tidak salah kalau orang asing memaknai Indonesia sebagai gugusan
surga. Hari ini, aku akan merampungan pelatihanku. Entahlah... terasa lama
sekali menanti sore tiba. Pulang dan kembali ke keluargaku tercinta. Ocehan
buah hatiku yang manja dan butuh perhatian dariku kembali menari-nari di
pelupuk mata. Sabar nak... ibu akan segera kembali dan berkumpul seperti
hari-hari yang lalu. Baitii jannatiii... rumahku adalah surgaku... tempatku
mengukir sejarah hari ini, esok dan masa-masa yang akan datang.

0 komentar:
Posting Komentar