Kamis, 03 Juli 2014

MEMBERSIHKAN DIRI SENDIRI

Membersihkan diri sendiri ada dua cara yaitu: membersihkan fisik dan non fisik. Membersihkan diri sendiri yang berupa non fisik antara lain membersihkan hawa nafsu. Hal ini dapat dilakukan dengan : 1) mengingat Allah ( dzikrullah), 2) mengerjakan shalat dan 3) berfikir tentang bahaya-bahaya akhirat. Barang siapa yang menghambakan dirinya kepada hawa nafsunya artinya mengerjakan apa saja yang diinginkan dengan didorong oleh hawa nafsu itu sudah termasuk musyrik.  Sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an Surat Al-A’la ayat 13, yang artinya : “Sungguh berbahagia orang-orang yang membersihkan dirinya dari hawa nafsunya, ingat nama Tuhannya lalu shalat. Tetapi manusia kebanyakan masih memilih dunia, padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”
Ingat kepada Allah dengan sungguh-sungguh hingga lupa kepada lainnya, seakan-akan melihat Allah.  Ingat Allah di waktu berdiri, duduk, tidur serta di segala tempat an waktu.
Untuk selalu ingat kepada Allah dapat dilakukan dengan:
1.      Dalam menghadapi kesulitan membaca kalimat: “Laa ilaala illa llah” artinya tidak ada Tuhan selain Allah
2.      Dalam menerima kenikmatan membaca : “ Asy-syukrullah” Aku bersyukur kepada Allah atau membaca : “ Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”  artinya segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam
3.      Dalam rasa salah atau berdosa membaca : “Subhanallah” artinya Maha Suci Allah
Atau “ Astaghfirullahal ‘adhimi” artinya aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung
4.      Dalam keadaan ada musibah atau ujian kesusahan membaca : “ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” artinya sesungguhnya segala sesuatu datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah.
5.      Dalam keadaan yang sangat sulit/ sempit membaca: “ Hasbunallah wani’mal wakil” artinya Allahlah yang mencukupi aku dan Dialah sebaik-baiknya yang diserahi.
6.      Apabila ingat kepada qada dan qadar Allah ( keadaan/ bagaimana nanti) membaca : “ Tawakkaltu ‘alallahi” artinya Aku berserah diri kepada Allah
7.      Apabila mendengar / mendapat ajakan taat ataupun godaan maksiat membaca : “Lahaula wala quwwata illa billah” artinya Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
8.      Apabila akan berbuat : gerak-gerik, tingkah laku yang baik membaca : “ Bismillahirrahmanirrahim” artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Sedangkan cara kedua, dengan memperbanyak salat dapat dilakukan dengan : mengerjakan baik shalat maktubah / wajib maupun shalat sunah. Dengan mengerjakan shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar ( Q.S Al- Ankabut : 45), selain itu dengan shalat dan dzikir kepada Allah hati akan menjadi tenang.
Cara ketiga , yaitu berfikir tentang bahaya akhirat. Dengan jalan antara lain : 1) bagaimanakah diriku pada hari akhir? 2) bagaimanakah aku nanti pasti akan menempuh / menghadapi perjalanan sesudah meninggalkan dunia yang fana ini!
·         Jasmani menjadi tanah
·         Rohani dipaksa ke alam gaib
·         Akan masuk ke alam yang gelap gulita yang belum pernah kita kesana
·         Menghadap mahkamah Yang Maha Agung

Materi ini ditulis sebagai bahan renungan pada tahun baru, 1 Muharram/ 1 Asyura 1434. Semoga kita selalu dalam rengkuhan Allah SWT, selalu dalam genggaman-Nya... tidak akan  pernah terlepas dari nur-Nya...


0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Umi Basiroh. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Followers

 
Template designed by Liza Burhan