Membersihkan diri sendiri ada dua cara yaitu: membersihkan fisik dan non
fisik. Membersihkan diri sendiri yang berupa non fisik antara lain membersihkan
hawa nafsu. Hal ini dapat dilakukan dengan : 1) mengingat Allah ( dzikrullah),
2) mengerjakan shalat dan 3) berfikir tentang bahaya-bahaya akhirat. Barang
siapa yang menghambakan dirinya kepada hawa nafsunya artinya mengerjakan apa
saja yang diinginkan dengan didorong oleh hawa nafsu itu sudah termasuk
musyrik. Sebagaimana firman Allah di
dalam Al-Qur’an Surat Al-A’la ayat 13, yang artinya : “Sungguh berbahagia
orang-orang yang membersihkan dirinya dari hawa nafsunya, ingat nama Tuhannya
lalu shalat. Tetapi manusia kebanyakan masih memilih dunia, padahal akhirat
lebih baik dan lebih kekal.”
Ingat kepada Allah dengan sungguh-sungguh hingga lupa kepada lainnya,
seakan-akan melihat Allah. Ingat Allah
di waktu berdiri, duduk, tidur serta di segala tempat an waktu.
Untuk selalu ingat kepada Allah dapat dilakukan dengan:
1. Dalam menghadapi kesulitan membaca kalimat: “Laa ilaala
illa llah” artinya tidak ada Tuhan selain Allah
2. Dalam menerima kenikmatan membaca : “ Asy-syukrullah” Aku
bersyukur kepada Allah atau membaca : “ Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” artinya segala puji bagi Allah Tuhan seru
sekalian alam
3. Dalam rasa salah atau berdosa membaca : “Subhanallah” artinya
Maha Suci Allah
Atau “ Astaghfirullahal ‘adhimi” artinya aku mohon ampun
kepada Allah Yang Maha Agung
4. Dalam keadaan ada musibah atau ujian kesusahan membaca :
“ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” artinya sesungguhnya segala sesuatu
datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah.
5. Dalam keadaan yang sangat sulit/ sempit membaca: “
Hasbunallah wani’mal wakil” artinya Allahlah yang mencukupi aku dan Dialah
sebaik-baiknya yang diserahi.
6. Apabila ingat kepada qada dan qadar Allah ( keadaan/
bagaimana nanti) membaca : “ Tawakkaltu ‘alallahi” artinya Aku berserah diri
kepada Allah
7. Apabila mendengar / mendapat ajakan taat ataupun godaan
maksiat membaca : “Lahaula wala quwwata illa billah” artinya Tiada daya dan
kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
8. Apabila akan berbuat : gerak-gerik, tingkah laku yang
baik membaca : “ Bismillahirrahmanirrahim” artinya dengan menyebut nama Allah
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Sedangkan cara kedua, dengan memperbanyak salat dapat
dilakukan dengan : mengerjakan baik shalat maktubah / wajib maupun shalat
sunah. Dengan mengerjakan shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
( Q.S Al- Ankabut : 45), selain itu dengan shalat dan dzikir kepada Allah hati
akan menjadi tenang.
Cara ketiga , yaitu berfikir tentang bahaya akhirat.
Dengan jalan antara lain : 1) bagaimanakah diriku pada hari akhir? 2)
bagaimanakah aku nanti pasti akan menempuh / menghadapi perjalanan sesudah
meninggalkan dunia yang fana ini!
·
Jasmani
menjadi tanah
·
Rohani
dipaksa ke alam gaib
·
Akan
masuk ke alam yang gelap gulita yang belum pernah kita kesana
·
Menghadap
mahkamah Yang Maha Agung
Materi ini ditulis
sebagai bahan renungan pada tahun baru, 1 Muharram/ 1 Asyura 1434. Semoga kita
selalu dalam rengkuhan Allah SWT, selalu dalam genggaman-Nya... tidak akan pernah terlepas dari nur-Nya...


0 komentar:
Posting Komentar