Bulan muharram disebut juga permulaan tahun hijriyah, bulan yang terpuji,
bulan mulia. Rasulullah saw menyebutnya sebagai bulan Allah. Kaitannya dengan
bulan muharram, Rasulullah saw bersabda: “ Puasa yang paling utama setelah
bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kalian menyebutnya Bulan
Muharram”.
Dinamakan juga bulan asyura sebab, pada hari
kesepuluh bulan itu Allah memulialkan ( mengaruniakan kemenangan, keselamatan
dari bencana) kepada beberapa Nabi. Wujud kemuliaan Allah di hari Asyura ( hari
yang dimuliakan), dalam Kitab Al-Jawahirul Makkiyah disebutkan sebagai berikut:
1. Allah SWT menciptakan Nabiyullah Adam as, dan pada hari
itu pula Adam diperintahkan untuk berdiam/ menempati surga “Darussalam”.
2.
Nabi
Nuh as, mendarat di gunung Judiyyi saat terjadi banjir menggenangi seluruh
permukaan bumi.
3.
Nabi
Ibrahim diselamatkan dari bara api atas kekejaman Raja Namruz.
4.
Nabi
Yunus as, dapat keluar dari perut ikan hiu setelah beberapa hari di dalamnya.
5.
Nabi
Ayub as, dapat sembuh dari penyakitnya ( atas ijin Allah) yang menurut
perhitungan manusia tidak akan dapat disembuhkan.
6.
Nabi
Yusuf as, dikeluarkan dari sumur yang gelap karena perbuatan saudara-saudaranya
yang dengki dan iri hati.
7.
Nabi
Ya’kub as, disembuhkan penglihatannya karena memikirkan puteranya.
8.
Nabi
Musa as, diselamatkan dari kejaran Fir’aun dan atas ijin Allah, dapat membelah
laut sehingga pengikutnya dapat menyeberang dan Allah menenggelamkan Fir’aun
dengan seluruh pengikutnya.
Sebagai rasa syukur atas selamatnya Nabi Musa as, maka
setiap tanggal 10 Muharram berpuasa, dan puasanya Nabi Musa as diteruskan oleh
Nabi Muhammad saw. Dalam bulan Muharram terdapat satu hari yang dianggap mulia
jatuh pada tanggal 10 Muharram yang lazim disebut ‘Asyura. Nabi Muhammad saw bersabda:
1.
Hadits
Riwayat Al-Bazar :
“
Asyura adalah hari raya Nabi yang sebelumnya semua, maka berpuasalah engkau
semua pada hari itu”.
2.
Hadits
Riwayat Bukhori :
“
Hari ini adalah hari ‘Asyura dan tidak diwajibkan atas kamu berpuasa sedang aku
berpuasa. Oleh karena itu barang siapa mau hendaklah berpuasa dan barang siapa
tidak mau boleh berbuka”.
3.
Hadits
Riwayat Muslim :
4.
“ Rasul saw pernah ditanya tentang puasa
‘Asyura, maka beliau menjawab : Puasa ‘Asyura dapat menghapus dosa setahun yang
lalu”.
Allah
memberikan tuntunan yang jelas cara menyambut tahun baru/ ulang tahun dan
sejenisnya. Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18 berikut ini:
“ Wahai orang-orang yang
beriman : Takutlah kepada Allah, hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuat
untuk hari esok, bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan (perbuat)”.
Untuk mengisi
kegiatan di bulan Muharram/ “Asyura dalam kitab kuning disebutkan antara lain
sebagi berikut :
1. Menghidupkannya dengan puasa 10 Muharram
2. Mengunjungi saudara yang sedang tertimpa musibah
3. Muhasabah / refleksi diri/ introspeksi
4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shalih
5. Bersilaturrahmi
6. Salat maktubah/ wajib dengan berjamaah
Semoga kita senantiasa dapat mendekatkan diri pada
Al-Khaliq dengan mengerjakan amalan-amalan baik yang bersifat wajib maupun
sunnah. Amien...


0 komentar:
Posting Komentar