Kamis, 03 Juli 2014

BULAN MUHARRAM

Bulan muharram disebut juga permulaan tahun hijriyah, bulan yang terpuji, bulan mulia. Rasulullah saw menyebutnya sebagai bulan Allah. Kaitannya dengan bulan muharram, Rasulullah saw bersabda: “ Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kalian menyebutnya Bulan Muharram”.
  Dinamakan juga bulan asyura sebab, pada hari kesepuluh bulan itu Allah memulialkan ( mengaruniakan kemenangan, keselamatan dari bencana) kepada beberapa Nabi. Wujud kemuliaan Allah di hari Asyura ( hari yang dimuliakan), dalam Kitab Al-Jawahirul Makkiyah disebutkan sebagai berikut:
1.      Allah SWT menciptakan Nabiyullah Adam as, dan pada hari itu pula Adam diperintahkan untuk berdiam/ menempati surga “Darussalam”.
2.      Nabi Nuh as, mendarat di gunung Judiyyi saat terjadi banjir menggenangi seluruh permukaan bumi.
3.      Nabi Ibrahim diselamatkan dari bara api atas kekejaman Raja Namruz.
4.      Nabi Yunus as, dapat keluar dari perut ikan hiu setelah beberapa hari di dalamnya.
5.      Nabi Ayub as, dapat sembuh dari penyakitnya ( atas ijin Allah) yang menurut perhitungan manusia tidak akan dapat disembuhkan.
6.      Nabi Yusuf as, dikeluarkan dari sumur yang gelap karena perbuatan saudara-saudaranya yang dengki dan iri hati.
7.      Nabi Ya’kub as, disembuhkan penglihatannya karena memikirkan puteranya.
8.      Nabi Musa as, diselamatkan dari kejaran Fir’aun dan atas ijin Allah, dapat membelah laut sehingga pengikutnya dapat menyeberang dan Allah menenggelamkan Fir’aun dengan seluruh pengikutnya.
Sebagai rasa syukur atas selamatnya Nabi Musa as, maka setiap tanggal 10 Muharram berpuasa, dan puasanya Nabi Musa as diteruskan oleh Nabi Muhammad saw. Dalam bulan Muharram terdapat satu hari yang dianggap mulia jatuh pada tanggal 10 Muharram yang lazim disebut ‘Asyura. Nabi Muhammad saw bersabda:
1.      Hadits Riwayat Al-Bazar :
“ Asyura adalah hari raya Nabi yang sebelumnya semua, maka berpuasalah engkau semua pada hari itu”.
2.      Hadits Riwayat Bukhori :
“ Hari ini adalah hari ‘Asyura dan tidak diwajibkan atas kamu berpuasa sedang aku berpuasa. Oleh karena itu barang siapa mau hendaklah berpuasa dan barang siapa tidak mau boleh berbuka”.
3.      Hadits Riwayat Muslim :
4.       “ Rasul saw pernah ditanya tentang puasa ‘Asyura, maka beliau menjawab : Puasa ‘Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu”.
Allah memberikan tuntunan yang jelas cara menyambut tahun baru/ ulang tahun dan sejenisnya. Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18 berikut ini:
“ Wahai orang-orang yang beriman : Takutlah kepada Allah, hendaklah setiap  orang memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok, bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan  (perbuat)”.
Untuk mengisi kegiatan di bulan Muharram/ “Asyura dalam kitab kuning disebutkan antara lain sebagi berikut :
1.      Menghidupkannya dengan puasa 10 Muharram
2.      Mengunjungi saudara yang sedang tertimpa musibah
3.      Muhasabah / refleksi diri/ introspeksi
4.      Meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shalih
5.      Bersilaturrahmi
6.      Salat maktubah/ wajib dengan berjamaah
Semoga kita senantiasa dapat mendekatkan diri pada Al-Khaliq dengan mengerjakan amalan-amalan baik yang bersifat wajib maupun sunnah. Amien...


0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Umi Basiroh. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Followers

 
Template designed by Liza Burhan