Sabtu, 28 Juni 2014

UJIAN DAN COBAAN HIDUP

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 35
“ ... Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kalian kembali”.
Kebanyakan manusia menganggap bahwa cobaan atau ujian hidup terbatas pada hal-hal yang tidak menyenagkan, seperti bencana alam, pailit/ bangkrut, kesedihan, sakit, kecelakaan atau hal lain yang lazim disebut musibah. Paling tidak nasihat untuk bersabar dan tabah menghadapi cobaan hidup umumnya dikemukakan pada saat-saat seseorang menghadapi masalah-masalah yang dirasakan seperti tersebut di atas. Tidak terlintas dalam benak kita bahwa nikmat berupa kesehatan, kekayaan, kesenangan, jabatan dan kemewahan merupakan ujian serta cobaan sebagaimana Firman Allah tersebut di atas. Bahkan, ujian berupa kesenangan dan kenikmatan hidup pada hakikatnya lebih berat dari ujian berupa kesukaran hidup.
Banyak orang yang sukses dalam ujian kesusahan, tetapi gugur dalam ujian kenikmatan. Hal ini terjadi karena manusia tidak memahami kenikmatan dan kesenangan itu sebagai cobaan. Akibatnya, pada saat manusia dalam keadaan sehat, kaya dan kesenangan lainnya menjadi lupa daratan, lupa diri bahkan lupa pada Tuhan-Nya. Kenikmatan dan kesenangan ini pada akhirnya justru menjadi sumber malapetaka bagi dirinya.
Rasulullah saw bersabda: “ Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi aku justru khawatir kalau-kalau kemegahan dunia yang kalian dapatkan, sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga binasa,sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula.”
Inilah hakikat ujian kehidupan yang harus kita pahami agar tidak terbuai dengan kegembiraan di kala senang dan tidak larut dalam kesedihan disaat susah. Pribadi seorang mukmin adalah pribadi yang menakjubkan dalam menghadapi pasang surut yang mengantarkan manusia pada ketenangan lahir dan batin. Tentang cobaan dan kesabaran Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155-157.
Sebagai orang beriman, kita mempercayai bahwa di balik segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya. Semua yang dialami dalam hidup ini adalah cobaan Allah supaya manusia dapat membuktikan sikapnya dalam menghadapi segala macam cobaan, untuk mengetahui seberapa jauh iman manusia dapat mengendalikan dirinya. Allah menjadikan makna dan jangka waktu kehidupan manusia sejak lahir sampai tutup usia. Kehidupan manusia didunia ini adalah untuk menguji manusia siapa di antara yang terbaik amalnya.
Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 2: “ Yang menjadikan hidup dan mati, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya...”
Semoga kita dapat melewati berbagai macam cobaan dan ujian hidup di dunia ini dengan sikap sabar dan tawakal. Karena sesungguhnya dunia ini adalah permainan yang menipu. Kehidupan yang abadi adalah kehidupan yang akhirat nanti.


0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Umi Basiroh. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Popular Posts

Followers

 
Template designed by Liza Burhan