Firman Allah SWT
dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 35
“ ... Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kalian kembali”.
Kebanyakan manusia menganggap bahwa cobaan atau ujian
hidup terbatas pada hal-hal yang tidak menyenagkan, seperti bencana alam,
pailit/ bangkrut, kesedihan, sakit, kecelakaan atau hal lain yang lazim disebut
musibah. Paling tidak nasihat untuk bersabar dan tabah menghadapi cobaan hidup
umumnya dikemukakan pada saat-saat seseorang menghadapi masalah-masalah yang
dirasakan seperti tersebut di atas. Tidak terlintas dalam benak kita bahwa
nikmat berupa kesehatan, kekayaan, kesenangan, jabatan dan kemewahan merupakan
ujian serta cobaan sebagaimana Firman Allah tersebut di atas. Bahkan, ujian
berupa kesenangan dan kenikmatan hidup pada hakikatnya lebih berat dari ujian
berupa kesukaran hidup.
Banyak orang yang sukses dalam ujian kesusahan, tetapi
gugur dalam ujian kenikmatan. Hal ini terjadi karena manusia tidak memahami
kenikmatan dan kesenangan itu sebagai cobaan. Akibatnya, pada saat manusia
dalam keadaan sehat, kaya dan kesenangan lainnya menjadi lupa daratan, lupa
diri bahkan lupa pada Tuhan-Nya. Kenikmatan dan kesenangan ini pada akhirnya
justru menjadi sumber malapetaka bagi dirinya.
Rasulullah saw bersabda: “ Demi Allah, bukanlah kefakiran
yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi aku justru khawatir kalau-kalau
kemegahan dunia yang kalian dapatkan, sebagaimana yang diberikan kepada
orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu
sehingga binasa,sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula.”
Inilah hakikat ujian kehidupan yang harus kita pahami agar tidak terbuai
dengan kegembiraan di kala senang dan tidak larut dalam kesedihan disaat susah.
Pribadi seorang mukmin adalah pribadi yang menakjubkan dalam menghadapi pasang
surut yang mengantarkan manusia pada ketenangan lahir dan batin. Tentang cobaan
dan kesabaran Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155-157.
Sebagai orang beriman, kita mempercayai bahwa di balik segala sesuatu yang
terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya. Semua yang dialami dalam hidup ini
adalah cobaan Allah supaya manusia dapat membuktikan sikapnya dalam menghadapi
segala macam cobaan, untuk mengetahui seberapa jauh iman manusia dapat
mengendalikan dirinya. Allah menjadikan makna dan jangka waktu kehidupan
manusia sejak lahir sampai tutup usia. Kehidupan manusia didunia ini adalah
untuk menguji manusia siapa di antara yang terbaik amalnya.
Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 2: “ Yang menjadikan hidup
dan mati, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik
amalnya...”
Semoga kita dapat melewati berbagai macam cobaan dan ujian hidup di dunia
ini dengan sikap sabar dan tawakal. Karena sesungguhnya dunia ini adalah
permainan yang menipu. Kehidupan yang abadi adalah kehidupan yang akhirat
nanti.


0 komentar:
Posting Komentar